Selasa, 26 Juni 2012

mikro konseling


Mikro konseling
Pengertian mikro konseling :
Mikro konseling adalah suatu cara pelatihan teknik-teknik konseling secara satu persatu dalam seting laboratorium.
Materi latihan meliputi :
Membantu, melalui hub,mengekplorasi, mempersonalisasi, inisiatif kli, mengakhiri konseling.

Perlunya mikro konseling
Dengan mikro konseling, maka calon konselor dilatih untuk dapat menjalankan profesinya di kelak kemudian hari setelah berkarir sebagai konselor dgn sebaik-baiknya.
Pada latihan meliputi ketrampilan konseling, bahasa lisan/verbal dan bahasa tubuh/non verbal
Pertahapan
Menurut wilis : awal, pertengahan dan akhir.
Menurut abimanyu : awal, ekplorasi, mempersonalisasi, menginisiatif, mengak hiri dan memulai konseling
Menurut triyono : awal prt, pengumpulan data, perusan tujuan,working, pengakhiran.

Konseling sebagai hubungan yang membantu
Proses bantuan secara professional antara konselor dank klien yang bertujuan membantu indifidu (klien) dalam memecahkan masalahnya agar individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sesuai potensi atau kemampuan yang ada pada dirinya.
Karakteristik dalam konselor
Hal-hal yang kurang professional dalam konseling.
Pensrukturan konseling tidak jelas.
Pengalihan data tidak sistematis.
Konselor larut dalam konseling.
Hanya omong-omong biasa.
Hanya bersifat nasehat biasa.
Tanpa melalui tahap tahap konseling.
Hal-hal yang kurang professional
Klien tidak siap konseling.
Sering menampilkan profil orang tua dari pada profil konselor.
Tanpa pengalihan perasaan, sikap dan kepribadian klien.
Konselor kurang mampu mendefinisikan masalah siswa.
Konselor kurang trampil dalam mengaplikasikan teknik teknik konseling
Yang seharusnya disadari
Klien adalah indifidu yang memiliki kemampuan untuk memilih tujuan, membuat keputusan,dan mampu bertanggung jawab.
Focus konseling : saat ini dan masa depan.
Alat utama : wawancara konseling.
Tanggung jawab pengamblian keputusan pada klien.
Memfokuskan pada perubahan tingkah laku dan bukan hanya membantu klien menyadari masalahnya.
karakteristik konselor 

Klien/konseli:
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau memcintai kekurangan mu
Selalu bersedia bahagiakan mu
Apapun yang terjadi, kujanjikan aku ada.
Klien atau konseli
Klien adalah indifidu yang sedang mengalami masalah,atau setidak tidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain.
Melalui konseling klien mengginkan:
Mendapatkan pemahaman yang lebih baik
Perasaan yang lebih nyaman
Nilai tambah, hidup yang lebih berarti.
Kesehatan mental
Hal-hal positif laennya yang bermakna dalam menjalani hidup
Nilai-nilai yang perlu untuk fasilitas hub konselor
Kesukarelaan
Kerahasiaan
Pengambilan keputusan : klien



Kalo kita ingin menjadi seorang konselor,mari, mulai berpikir, berdiskusi, dan bertindak sebagai kionselor,,,,mulai dari sekarang


Bimbingan dan konseling di bangun dan dikembangkan di atas pandangan positif manusia

Konseling :
Proses bantuan secara profesinal antara konselor dank lien yang bertujuan membantu individu (klien) dalam memecahkan masalahnya agar individu dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sesuai potensi atau kemampuan yang ada pada dirinya.
Isu konseling perorangan :
Penstrukturan konseling tidak jelas
Panggilan data tidak sistematis
Konselor larut dalam konseling
Hanya omong-omong biasa
Hanya bersifat nasehat biasa
Tanpa memulai Tahap-tahap konseling
Tanpa panggilan perasaan, sikap dan kepribadian klien
Konselor kurang mampu mendefinisikan masalah siswa ( pada tahap awal )
Konselor kurang trampil dalam mengaplikasikan teknik-teknik konseling
Klien tidak siap konseling
Sering menampilkan profil orang tua dari pada profil konselor
Masalah yang dibahas masalah skunder bukan primer
Sosok peran konselor
Klien/konselor ;
Aku mau mendampingi dirimu
Aku mau memcintai kekurangan mu
Selalu bersedia bahagiakan mu
Apapun yang terjadi, kujanjikan aku ada.

Prinsip dasar
Klien adalah individu yang memiliki kemampuan untuk memilih tujuan, membuat keputusan, dan mampu bertanggung jawab.
Focus konseling : saat ini dan masa depan.
Alat utama : wawancara konseling.
Tanggung jawab pengamblian keputusan pada klien.
Memfokuskan pada perubahan tingkah laku dan bukan hanya membantu klien menyadari masalahnya.





Etika dasar



1.      Kesukarelaan
2.      Kerahasiaan
3.      Pengambilan keputusan

Komponen konseling
1. konselor
Konselor adalah seorang yang karna kewenangan dan keahliannya member bantuan kepada klien
Actor yang secara aktif mengembangkan proses konseling untuk mencapai tujuan konseling sesuai prinsip prinsip dasar konseling.
Konselor perlu memiliki seperangkat sifat kepribadian dan ketrampilan tertentu.
2. Klien
Klien adalah indifidu yang sedang mengalami masalah,atau setidak tidaknya sedang mengalami sesuatu yang ingin disampaikan kepada orang lain.
Melalui konseling klien mengginkan:
Mendapatkan pemahaman yang lebih baik
Perasaan yang lebih nyaman
Nilai tambah, hidup yang lebih berarti.
Kesehatan mental
Hal-hal positif laennya yang bermakna dalam menjalani hidup
3.Konteks hubungan konselor-klien
Hubunga konselor-klien : hubungan membantu (helping relationship) : meningkatkan pertumbuhan, kematangan, fungsi, dan cara menghadapi kehidupan dan memanfaatkan sumber-sumber internal pada pihak klien.
Karakteristik dinamika keunikan hubungan konselor-klien
Konselor-klien : (a) afeksi (b) intensitas (c) perubahan dan pertumbuhan (d) privasi (e) dorongan (f) kejujuran.

Proses konseling
Proses konseling
Tahap 1 : pengembangan/pembinaan hubungan
adanya inisiatif untuk terjadinya pertemuan antara konselor dan klien, membangun/membina hubungan baik antara konselor dengan klien, mengumpulkan informasi (data) mengenai klien, dan menentukan tujuan yang akan dicapai dalam konseling.
Tahap 2 : memperdalam penggalian.
 Menggali kedalaman emosi dinamika kognitif klien, merumuskan masalah, mencari alternative pemecahan masalah, kemampuan mengambil keputusan dan mengevaluasi ulang penentuan tujuan dari tahap 1.
Tahap 3 : menetapkan dan memecahkan masalah,
 konselor berupaya untuk memfasilitasi, mendemontrasikan, mengajarkan, menyediakan lingkungan yang nyaman dan aman dalam pengembangan perubahan.
Tahap 4 :  pengakhiran dan tindak lanjut.
Tahap untuk menutup sesi konseling selanjutnya pada tahap akhir ini menentukan prioritas yang akan ditindak lanjuti sesuai dengan metode dan prosedurnya.

Ketrampilan dasar komunikasi konseling
Dalam berkomunikasi dengan klien, konselor menggunakan respon-respon yang fasilitatif bagi penciptaan tujuan konseling.
Secara umum,respon-respon tersebut dapat dikelompokan kedalam berbagai teknik dasar komunikasi konseling, yaitu: (1) attending (2) opening (3) acceptance (4) paraphrasing (5) restatement,(6) reflection (7) clarification (8) reassurance (9) lead (10) silence (11) reassurance (12) rejection (13) advice (14) confrontation (15) interpretation (16) summary (17) termination

Ketrampilam mengekplorasi masalah
Memilih nilai-nilai yang mampu menciptakan kondisi inti untuk ekplorasi :
  1. Empati
  2. Pengghargaan positif  (respek)
  3. Penerimaan
  4. Kehangatan, perhatian
  5. Keterbukaan,ketulusan (genuineness)
  6. Kekonkritan, (mengurusi pengalaman spesifik
Ketrampilan dasar pendukung explorasi
  1. Mengajak tertuka untuk berbagai cara, yang memungkinkan konseli mengemukakan masalahnya.
  2. Pertanyaan terbuka mengajak konseli meneruskan pembicaraannya dg menguraikan masalah.
  3. Mendengarkan secara actual, benar-benar mendengar, mengerti, dan menerima semua ucapan konseli
  4. Mengikuti pokok pembicaraan, yg memusatkan perhatian pada apa yang dikatakan konseli.
  5. Dorongan minimal, berupa anggukan kepala tsb.
  6. Paraphrasing adalah kata-kata untuk menyatakan kembali esensi dari ucapan klien.
  7. Reflection of feeling ( pemantulan perasaan)
  8. Responmkonselor

Parapase yang efektif
  1. Klien menjadi merasakan kebersamaan dengan konselor.
  2. Lebih mengarahkan pembicaraan klien berikutnya.
  3. Dapat mengecek ketepatan/kecermatan pembimbing dalam menangani klien.
  4. Parapase yang efektif akan sering diikuti dengan kata “ya” atau benar/betul secara spontan dari klien



Cara parapase
  1. Dengarkan pesan utama dari klien.
  2. Nyatakan kembali pesan utama secara sederhana dan singkat.
  3. Amati pertanda atau minta respon dari klien kecermatan konselor.

Ketrampilan dasar pendukung eksplor
Hal-hal yang perlu diperhatikan :
  1. Hindari stereotip
  2. Pilih waktu yang tepat untuk meresponpernyataan klien.
  3. Gunakan kata-kata perasaan yang melambangkan sikap/perasaan klien secara tepat.
  4. Sesuaikan bahasa dengan kondisi klien.
  5. Merespon perasaan ;
  6. Mengajukan pertanyaan empati
  7. Menjawab pertanyaan empati
  8. Mengembangkan respon yang dapat dipertukarkan.
  9. Mengembangkan kata-kata perasaan.
  10. Merespon perasaan sedih
  11. Merespon perasaan senang.
  12. Merespon perasaan terhadap rasa  marah

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

HEAD LINE NEWS CREATIVE BY SETYA AGUNK SHARE http://setyaagunk.blogspot.com/|
LINKNAME LINKNAME LINKNAME LINKNAME